Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB

Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Departemen Urusan Komersial dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) menegaskan pemerintahnya siap membantu Malaysia menyelidiki skandal dugaan penyalahgunaan dana oleh lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 

Nama eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak disebut-sebut terlibat dalam dugaan penyelewengan dana US$4,5 miliar oleh lembaga buatannya itu.

"Otoritas Singapura telah bekerja sama secara ekstensif bersama otoritas Malaysia terkait permintaan informasi yang berhubungan dengan transaksi 1MDB. Kami siap memperluas bantuan kami terkait hal itu," bunyi pernyataan bersama Departemen Urusan Komersial dan MAS, Jumat (18/5).
"Singapura juga telah mengambil langkah tegas dan segera terhadap segala institusi finansial maupun individu di dalam jurisdiksi kami kedapatan melanggar hukum terkait transaksi dan aliran dana 1MDB,"

Komentar itu dikeluarkan Singapura menyusul pernyataan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad yang meminta sejumlah negara seperti Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat untuk memulihkan dana 1MDB yang disalagunakan di masa pemerintahan Najib.

"Tidak ada pihak yang mengakui bahwa itu adalah uang Malaysia jadi tidak ada klaim yang dibuat terhadap dana-dana tersebut. Jumlahnya sangat besar dan ini bisa membantu Malaysia melunasi hutang-hutang negara," ucap Mahathir kepada wartawan di Kuala Lumpur seperti dikutip The Star.
Sejak menjabat sebagai PM, Mahathir mendesak percepatan penyelidikan kasus yang disebut berperan besar dalam kekalahan Najib di pemilihan umum 9 Mei lalu.

Otoritas Malaysia bahkan telah menggeledah sejumlah properti milik Najib di Malaysia dan juga menyita beberapa barang mewah milik istrinya, Rosmah Mansor.

Seorang auditor 1MDB mengatakan sejumlah pejabat lembaga investasi itu menahan informasi dari pimpinan dan mengambil sejumlah keputusan tanpa persetujuan dewan.

Mahathir bahkan meyakini bahwa jaksa Malaysia akan segera memiliki bukti kuat untuk menjerat Najib terkait 1MDB.
Kasus ini merongrong Najib sejak harian Wall Street Journal pada edisi Agustus 2015, memuat artikel yang berisi dugaan bahwa dana 1MDB berjumlah sekitar US$700 juta berpindah ke rekening pribadi Najib. 

Sejumlah negara seperti AS, Swiss, dan Singapura turut membuka penyelidikan kasus ini. Kementerian Kehakiman AS telah mengajukan gugatan perdata yang menyebut bahwa lebih dari US$4,5 miliar telah disalahgunakan pejabat-pejabat 1MDB dan rekan mereka.

Sementara penyelidikan di Singapura telah mendenda delapan bank dengan total US$29,1 juta dan menutup sejumlah bank swasta lainnya seperti Swiss BSI dan Falcon. Sejumlah individu yang disebut terkait aliran dana 1MDB juga telah ditahan Singapura.





































sumber :CNNIndonesia.com

Related

Dunia 6589715111325386430

Post a Comment

item