Akibat Gempa, Puluhan Rumah di Tiga Kecamatan Sumenep Rusak

Akibat Gempa, Puluhan Rumah di Tiga Kecamatan Sumenep Rusak

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, menyatakan tiga kecamatan setempat terdampak gempa bumi berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) semalam.

"Laporan yang kami terima dan sebagian sudah dicek ke lapangan, tiga kecamatan yang terdampak bencana alam tersebut adalah Batu Putih, Manding, dan Dasuk," kata Kepala BPBD Sumenep, A Rahman Riadi, Kamis (14/6) seperti dikutip dari Antara.
Pada Rabu (13/6) malam pukul 20.06 WIB, gempa bumi berkekuatan 4,8 SR terjadi di Sumenep dan merusak bangunan di sejumlah lokasi di ujung timur Pulau Madura tersebut.


"Kami masih akan turun ke lapangan lagi untuk mengecek atau memverifikasi semua laporan dan informasi yang masuk. Pada Rabu (13/6) malam, pengecekan langsung yang kami lakukan memang belum ke semua titik terdampak gempa bumi," kata Rahman, menerangkan.

Sesuai hasil laporan dan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak gempa bumi tersebut, terdapat lebih dari 43 bangunan milik warga di tiga kecamatan tersebut yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, sesuai data dari Camat Batu Putih, Purwo Edi Prawito, terdapat 38 bangunan milik warganya yang tersebar di empat desa yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Empat di Kecamatan Batu Putih terdampak gempa bumi pada Rabu (13/6) malam itu adalah Bula'an, Batu Putih Laok, Bantelan, dan Sergang.

Selain melakuakan pemantauan, Rahman menyatakan pihaknya pun telah telah menyiapkan bantuan kedaruratan, di antaranya paket sembako, selimut, dan terpal, untuk diserahkan kepada korban.

"Untuk sementara sesuai laporan dan informasi yang kami terima, ada sejumlah warga yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan," kata Rahman.
Berdasarkan rilis BMKG yang diterima CNNIndonesia.com, pusat gempa dengan kekuatan 4,8 SR yang mengguncang Sumenep itu berada pada koordinat 6,88 LS dan 113,94 BT, tepatnya di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep dengan kedalaman 12 kilometer.

"Gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," dalam pernyataan yang ditandatangani Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan semalam.






























sumber : CNNIndonesia.com

Related

Indonesia 6895125195122859046

Post a Comment

item