Cara Tepat Mengukur Tekanan Darah

Cara Tepat Mengukur Tekanan Darah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali disebut pembunuh senyap atau silent killer. Kondisi tekanan darah yang terus meningkat tanpa disadari dapat memicu kerusakan organ yang menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung, stroke, dan ginjal.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, Tunggul D. Situmorang, menjelaskan tekanan darah tinggi menjadi beban kesehatan masyarakat dan pemerintah. 

Prevalensi penderita hipertensi berdasarkan data Riskesdas 2013 di Indonesia mencapai 25,8 persen. BPJS Kesehatan pada semester I/2017 juga telah mengeluarkan biaya Rp12,7 triliun untuk penyakit berbiaya besar seperti jantung, stroke, gagal ginjal, dan sebagainya. 


Tunggul mengatakan, hipertensi dan berbagai penyakit lain yang disebabkannya dapat dicegah melalui cara mengukur tekanan darah yang tepat dan benar. Dia menilai beberapa kesalahan masih dilakukan petugas medis saat melakukan pengukuran tekanan darah.
"Sebenarnya para petugas agak jarang mengikuti ketentuan mengukur tekanan darah dengan baik," kata Tunggul dalam konferensi pers bersama Omron di Jakarta, belum lama ini.

Beberapa kesalahan itu di antaranya adalah tidak digunakannya alat yang akurat dan pengukuran tekanan darah yang hanya dilakukan sekali saja. Padahal, tekanan darah tak pernah statis dan selalu berbeda setiap waktu.

"Ada pula fenomena kalau diukur oleh dokter, tendensi tekanan darahnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan diukur oleh perawat," ujar dokter spesialis penyakit dalam ini.

Kesalahan-kesalahan itu, kata Tunggul, dapat berujung pada kekeliruan hasil pengukuran yang berdampak pada kesalahan pengobatan. Pasalnya, obat yang diberikan bakal disesuaikan dengan hasil pengukuran tekanan darah terakhir.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Tunggu membagikan cara mengukur tekanan darah yang tepat dan benar. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menggunakan alat yang sudah divalidasi setiap tahun
2. Mengukur di bagian lengan yang setara dengan jantung
3. Mengukur dengan posisi duduk, kaki menyentuh lantai dan tidak disilangkan. 
4. Dalam kondisi tenang dan rileks, dianjurkan istirahat lima menit sebelum pemeriksaan
5. Pasien dalam keadaan diam, tidak berbicara
6. Tidak meminum kopi, merokok, mengonsumsi obat-obatan 30 menit sebelum pemeriksaan
7. Tidak sedang menahan buang air kecil dan buang air besar
8. Di ruangan yang nyaman

Ada beberapa faktor yang bisa menaikkan tekanan darah dengan sendirinya. Beberapa di antaranya adalah udara dingin yang mampu menaikkan tekanan darah sampai 11/8 mmHg, keadaan menahan buang air (27/22 mmHg), dan berbicara (17/13 mmHg).

Tunggul mengimbau masyarakat dengan tekanan darah tinggi untuk rutin memeriksakan tekanan darah. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan frekuensi bervariasi, seperti sekali dalam sebulan hingga setiap hari. Sementara itu, masyarakat dengan tekanan darah normal juga disarankan untuk memeriksakan tekanan darah sekali dalam setahun.


































































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 9104937201002194050

Post a Comment

item