Cangkok Kulit, Pengobatan Pertama Kecanduan Kokain

Cangkok Kulit, Pengobatan Pertama Kecanduan Kokain

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Sulit menemukan obat yang mampu mengatasi kecanduan kokaindan overdosis. Namun, harapan anyar muncul dari sebuah penelitian baru yang menemukan obat untuk menghentikan kebiasaan mematikan ini.

Penelitian dari University of Chicago Medical Center (UCMC) menemukan metode pengobatan terapi gen cangkok kulit dapat menjadi pengobatan pertama untuk kecanduan kokain dan overdosis.

Cara ini membuat tikus-tikus itu tak lagi bernafsu dengan obat-obatan dan terhindar dari overdosis. 


Rencananya, peneliti bakal mengembangkan pengujian tersebut pada manusia. 
"Hasil kami menunjukkan janji terapi gen cangkok kulit sebagai pilihan yang aman dan hemat biaya untuk penyalahgunaan kokain," tulis para peneliti, melansir Daily Mail.

Hasil ini didapat setelah dilakukan serangkaian pengujian. Mereka mencangkok sel-sel kulit yang dimodifikasi dengan terapi gen pada tikus yang kecanduan kokain.

Gen itu ditransplantasi dengan metode cangkok kulit ke tubuh tikus. Saat dipindahkan, bagian dari kulit bakal melepas enzim butyrylcholinesterase (BChE)--enzim yang mampu memecah kokain--ke dalam darah.
Hasilnya, tikus-tikus itu mampu bertahan hidup dari dosis kokain yang menyebabkan overdosis. Selain itu, tikus juga tak lagi menginginkan kokain.

Kokain merupakan salah satu jenis obat-obatan yang paling banyak dikonsumsi di Amerika Serikat, bersama dengan mariyuana atau ganja. Pada 2017, kokain bahkan menjadi penyebab 14.556 kematian dari total kematian akibat obat-obatan sebanyak 72 ribu kasus di AS.






























sumber ; CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 1262714525421863787

Post a Comment

item