Liga 1 Resmi Dihentikan

www.nusabali.com-liga-1-resmi-dihentikan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Secara resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menghentikan kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia, Liga 1. Penghentian ini terkait dengan tewasnya pendukung Persija Jakarta Haringga Sirla sebelum duel klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9) lalu.

”Kejadian ini bukan lagi tragedi sepak bola, tetapi nasional. Atas kejadian ini, kami sebagai pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan," ucap Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, Selasa (25/9). "Hal ini dilakukan sebagai bentuk  penghormatan kepada korban. Selain itu, selama liga diberhentikan, kami akan melakukan evaluasi besar dan melihat langkah-langkah yang diambil PSSI sebagai pemegang tanggung jawab.”

Setelah dua pekan, pria kelahiran Bangkalan Madura ini mengaku akan melakukan evaluasi kepada federasi sepak bola mengingat kasus yang ada tidak hanya sebagai tragedi olahraga, namun sudah masuk tragedi kemanusiaan. "Hitungannya mulai hari ini. Setelah itu kita bersama dengan pihak terkait termasuk BOPI akan melakukan langkah selanjutnya," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.

Terkait kasus supporter di GBLA, Menpora mengaku sangat miris melihat apa yang telah terjadi. Untuk itu semua pihak memang harus dilibatkan dalam menyelesaikan permasalahan yang hingga saat ini masih terutang. Pihaknya tidak ingin kasus tersebut kembali terulang. "Kasus itu melibatkan anak-anak di bawah usia 20 tahun. Berarti ke depannya harus ada tauladan mulai dari pemimpin suporter, klub hingga federasi sepak bola Indonesia," kata Menpora menegaskan.

Selain bentuk penghormatan, kata Menpora, waktu dua pekan ini diharapkan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PSSI maupun PT Liga sebagai operator kompetisi untuk melakukan upaya yang luar biasa terutama dalam menegakkan regulasi yang telah ada. "Tegakkan regulasi. Jangan hanya sanksi dana saja. Makanya selama dua pekan ini kami akan melihat apa yang dilakukan oleh federasi atas kasus ini," katanya menegaskan.

Sebelum vonis Kemenpora diumumkan, pemain sepakbola Liga 1 yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga sudah merancang aksi mogok bertanding pada pekan ke-24 sebagai bentuk protes terhadap kekerasan supoter yang mengakibatkan korban jiwa. "Kami dari APPI dan mewakili klub Liga 1 sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang terjadi dan bentuk desakan kepada suporter, kami sepakat tidak bermain di pekan ke-24 (pekan ini) hingga tercapainya nota damai suporter," kata General Manager APPI Ponaryo Astaman di Jakarta, Selasa.

Menurut Ponaryo, aksi yang dilakukan juga sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Tanah Air. Untuk itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan stakeholder sepak bola Indonesia mulai PSSI, PT Liga Indonesia Baru dan klub. "Pasti kita koordinasi dengan para stakeholder lain, terutama para pemain untuk memahamkan apa maksud dari gerakan ini. Kita sudah koordinasi dengan klub, kita beri pemahaman bahwa ini untuk kepentingan sepakbola nasional menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, dan mereka responnya cukup positif," kata mantan pemain nasional itu.

Kepergian Haringga sekaligus menambah panjang kasus gesekan suporter sepakbola Indonesia. Untuk rivalitas Persija dan Persib adalah korban yang ketujuh. Menurut data Save Our Soccer, ada 21 suporter meninggal dunia karena aksi pengeroyokan sejak 1995. 

Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai badan yang menangani olahraga profesional juga meminta kompetisi untuk distop sementara. Harapannya, penghentian ini penyelesaian dan solusi dari karus kekerasan ini bisa diperoleh. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera mengatakan ada enam sikap yang dikeluarkan terkait peristiwa ini. Pertama, BOPI mengutuk keras insiden di GBLA, dan berharap ini menjadi yang terakhir di dunia olahraga profesional di Indonesia khususnya sepakbola. 

Penghentian kompetisi pun berdampak pada kesiapan tim kebanggaan Pulau Dewata, Bali United. Harusnya Bali United melawan ke kandang Sriwijaya FC pada 29 September, dan bertindak selaku tuan ruymah bagi Mitra Kukar pada 7 Oktober di Stadion Kapten Dipta Gianyar. 




























sumber : nusabali.com

Related

Olahraga 4043649190585008718

Post a Comment

item