Macron Kecam Kebijakan 'Isolasi' Trump Terhadap AS

Macron Kecam Kebijakan 'Isolasi' Trump Terhadap AS

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Presiden Perancis Emmanuel Macron mengecam kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang semakin proteksionis dan mengisolasi Amerika Serikat.

Macron juga menyinggung pidato Trump di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut AS menolak globalisme dan menganut nasionalisme. Trump menyebut kedaulatan dan kepentingan AS di atas segala-galanya.

"Saya tidak pernah berhenti menegakkan prinsip kedaultan bahkan dalam menghadapi gerakan nasionalisme tertenu yang kita lihat bersama hari ini, mengutamakan kedaulatan untuk menyerang negara lain," ujar Macron saat berpidato di hadapan 192 negara anggota PBB Selasa (26/9).
"Hanya aksi kolektif yang memungkinkan penegakkan kedaulatan dan kesetaraan rakyat. Ini adalah alasan kami harus mengambil tindakan terhadap tantangan iklim, demografi, dan digital. Tidak ada seorang pun yang dapat mengatasi hal ini."

Dalam pidatonya, Macron juga mengatakan gerakan nasionalisme yang berlebihan bisa mengarah pada kekalahan. Pernyataan itu didasarkannya melihat sejarah perang dunia di Eropa.

Presiden berusia 40 tahun itu juga memaparkan bahwa "perjanjian bilateral, kebijakan proteksionisme baru, tidak akan berfungsi," di saat situasi global membutuhkan kerja sama multilateral.
"Nasionalisme selalu mengarah pada kekalahan. Jika keberanian kurang dalam mempertahankan prinsip fundamental, tatanan internasional menjadi rapuh dan ini dapat menyebabkan seperti yang telah kita lihat dua kali, Perang Dunia. Kita melihat kegagalan dengan mata kepala sendiri," tutur Macron seperti dikutip CNN.

Pernyataan itu diutarakan Macron tak lama setelah Trump lebih dulu membacakan pidatonya di depan majelis umum.

Selain membanggakan pencapaian pemerintahannya selama dua tahun terakhir, Trump juga membanggakan sejumlah keputusan kontroversial seperti menerapkan tarif tinggi bagi produk impor sejumlah negara terutama China, penerapan sanksi terhadap Iran, dan keluarnya AS dari sejumlah organisasi internasional.
Trump juga menyebut tidak akan memberikan dukungan dan pengakuan terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengadili kasus pelanggaran HAM. Padahal ICC selama ini dibentuk guna mengadili penjahat perang dan pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Sejauh yang AS ketahui, ICC tidak memiliki kewenangan, legitimasi, dan otoritas. ICC yang selama ini mengklaim memiliki yurisdiksi terhadap hampir seluruh warga di setiap negara di dunia, melanggar semua prinsip keadilan dan proses hukum," ujar Trump.

"Kami tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan Amerika kepada birokrasi global yang tidak akuntabel dan tidak dapat dipertanggungjawabkan."

































sumber : antaranews.com

Related

Dunia 2406170044545345712

Post a Comment

item