Pemimpin Korsel dan Korut Bertemu Kembali Bahas Denuklirisasi

Pemimpin Korsel dan Korut Bertemu Kembali Bahas Denuklirisasi

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan kembali melakukan pertemuan ketiga kalinya dengan pemimpin Korea utara Kim Jong Un pada Selasa (18/9). Mereka bakal membahas denuklirisasi.

Kedua pemimpin itu berupaya membuat terobosan dalam pembicaraan nuklir yang mulai goyah antara Pyongyang dan Washington.

Pertemuan puncak antar-Korea itu akan menjadi uji coba bagi pertemuan berikutnya, yang baru-baru ini diusulkan Kim kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan pemimpin dua Korea itu akan memberikan tanda apakah Kim serius soal penghapusan senjata nuklir. 

Kim membuat komitmen terkait denuklirisasi pada pertemuan pertamanya dengan Trump Juni lalu. Menurut para pembantu Moon, Trump telah meminta Moon menjadi "ketua juru runding" antara dirinya dan Kim. 

Permintaan itu muncul setelah Trump membatalkan kunjungan menteri luar negeri AS ke Pyongyang, bulan lalu.

"Saya ingin melakukan dialog yang jujur dengan Ketua Kim soal bagaimana menemukan titik kontak antara tuntutan-tuntutan untuk denuklirisasi serta tuntutan Korea Utara agar hubungan penuh permusuhan dihentikan dan keamanan dijamin," kata Moon dalam acara jumpa pers, Senin (17/9) dikutip Reuters
Kepala Staf Presiden Im Jong-seok mengatakan Moon akan terbang ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang, dan dijadwalkan mendarat pada pukul 10.00 waktu setempat. 

Moon akan disambut oleh Kim sebelum upacara penyambutan resmi dilangsungkan. 

Kedua pemimpin akan duduk bersama untuk melakukan pembicaraan resmi setelah makan siang. Pertemuan itu akan dilanjutkan dengan penampilan musik dan jamuan makan malam. 
Para pemimpin perusahaan yang ikut dalam rombongan, termasuk Wakil Pemimpin Samsung Electronics Jay Y. Lee dan para kepala SK Group serta LG Geroup, akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong Nam, yang mengurusi masalah perekonomian. 

Pada Rabu, Moon dan Kim diperkirakan akan menyampaikan suatu pernyataan bersama dan perjanjian militer terpisah dirancang untuk meredakan ketegangan hubungan serta mencegah perselisihan. 

Moon akan kembali ke tanah air pada Kamis pagi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Korea Utara mengkritik pemerintah AS yang mendesak agar sanksi teradap Pyongyang dilanjutkan. 

Menlu Ri Yong Ho mengatakan pemerintahnya tetap berkomitmen untuk menerapkan kesepakatan bersama AS secara bertanggung jawab dan dengan niat baik.


































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Dunia 1541166821140411032

Post a Comment

item