Kebijakan UN dan USBN 2019 Tak Berubah

www.nusabali.com-kebijakan-un-dan-usbn-2019-tak-berubah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Guru-guru pun diminta segera bersiap menghadapi ujian dengan mempelajari kisi-kisi yang telah dirilis. Kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Hanya ada sedikit perbedaan pada jumlah peserta dan jadwal ujiannya saja.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda 90% dan soal esai 10%. Masih ada soal dari pusat 20- 25% untuk USBN, sedangkan untuk soal UN 100% disiapkan oleh pusat,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi di Jakarta, Kamis (29/11).

Dia menjelaskan, BSNP telah merilis kisi-kisi soal USBN dan UN yang bisa dilihat di laman https://s.id/ Kisi-kisi- USBN-2019 dan https:/ /s.id/ Kisi-kisi-UN-2019. Manfaat adanya kisi-kisi ini adalah para guru di masing-masing satuan pendidikan bisa melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. “Fungsi kisi-kisi tersebut sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi di susun berdasarkan kriteria pencapaian standar kompetensi lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis prosedur operasional standar (POS) USBN dan UN dalam waktu dekat ini. Prosedur ini tentunya dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait.

Dia menyampaikan, POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN. Secara teknis, pelaksanaan UN dan USBN tidak berbeda dari tahun lalu. Namun, terkait waktu pelaksanaan USBN karena ada jadwal UN yang dimajukan, maka pelaksanaannya akan berjalan setelah agenda UN. Kebijakan ini untuk memastikan bahwa kurikulum sudah tuntas diajarkan. 

“UN itu akan dilaksanakan sampai pekan ketiga Mei. Maka agenda USBN akan dilakukan setelah itu,” ungkapnya dilansir okezone.com. Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menjelaskan kementeriannya saat ini sedang mempercepat dan memperluas pelatihan guru matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA) dan bahasa untuk mendalami strategi pembelajaran kemampuan berpenalaran tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).

“Salah satu faktor rendahnya kemampuan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran dasar atau lower order thinking skills (LOTS). Makanya, tahun ini mulai kita perkenalan soal HOTS di dalam UN,” katanya. Sebelumnya Mendikbud juga mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model HOTS.

Dia memastikan, pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. 





















sumber : nusabali.com

Related

Seputar Bali 8122726029014219983

Post a Comment

item