Negara-Negara Berkembang Atasi Tingkat Kematian Ibu dan Bayi


Walikota Surabaya Tri Rismaharini menandatangani pencanangan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan dalam rangka menurunkan angak kematian ibu melahirkan dan bayi (Foto: VOA/Petrus Riski).

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Dua negara di Asia dan tujuh di negara sub Sahara Afrika telah merencanakan untuk meningkatkan layanan bagi perempuan hamil dan bayi-bayi yang baru lahir dan meningkatkan fasilitas kesehatan dimana mereka melahirkan.
Ini adalah suara yang diharapkan terdengar di ruang bersalin. Artinya bayi yang baru lahir bisa bernafas. Jika cairan memenuhi saluran pernafasan bayi, staff yang terlatih bisa membersihkan saluran pernafasan dan menyelamatkan nyawa bayi tersebut.
Pada fasilitas layanan kesehatan yang dilengkapi listrik dan air, para dokter dan perawat terlatih bisa memberi transfusi darah yang menyelamatkan nyawa jika, perempuan mengalami perdarahan setelah melahirkan. Mereka bisa melakukan operasi bedah cesar baik untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
Di beberapa negara, RS tidak selalu punya listrik dan air bersih, atau bidan yang cukup atau perawat untuk menyelamatkan nyawa ketika terjadi hal-hal yang tidak terduga.
Dr. Flavia Bustreo adalah Asisten Dirjen Kesehatan Keluarga, Perempuan dan Anak-anak WHO. Dalam wawancara melalui Skype dengan VOA,
Bustrea berbicara mengenai keperluan mendesak untuk mengatasi isu ini:
“Dalam tahun 2016, hampir enam juta anak dibawah umur lima tahun meninggal dan juga hampir 300 ribu perempuan yang meninggal karena komplikasi ketika melahirkan.”
WHO dan UNICEF bekerja sama dengan sembilan negara Afrika dan Asia untuk memastikan setiap perempuan mendapat layanan yang baik selama kehamilan, melahirkan dan periode setelah melahirkan dan bahwa semua bayi mendapat layanan berkualitas sebelum, selama dan setelah dilahirkan.
Sebagian upaya untuk menurunkan resiko itu adalah, meyakinkan perempuan untuk melahirkan di tempat bersalin daripada di rumah. Bustreo mengatakan sembilan negara itu akan membuat rencana-rencana mereka sendiri untuk mencapai tujuan ini.
“Dinamika yang akan kita ciptakan adalah mencari mitra-mitra dan penyedia layanan di setiap negara untuk membuat sasaran-sasaran yang bisa dicapai dan bertanggung jawab pada rakyat mereka sendiri,” imbuh Dr. Flavia Bustreo
Bustrea memimpin tim-tim di Asia Selatan dan di Bangladesh serta India, Sub Sahara Afrika, Pantai Gading, Ethiopia, Ghana, Malawi, Nigeria, Tanzania dan Uganda.
(voaindonesia)

Related

Dunia 497816918357995309

Post a Comment

item