Raja Arab Dongkrak Pariwisata Bali


www.nusabali.com-raja-arab-dongkrak-pariwisata-bali

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud akan dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah RI untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Dimana rencana kedatangan Raja Salman akan diikuti oleh 1.500 orang rombongan dengan menggunakan enam pesawat terbang.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya saat ditemui di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kamis (23/2) mengatakan, kedatangan Raja Salman itu diharapkan mampu mendongkrak pariwisata Indonesia dan Bali khususnya. “Kalu rajanya datang maka rakyatnya akan datang juga,” ujarnya.

Menteri Arief menjelaskan raja kaya raya asal tanah suci itu akan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta pada 1-3 Maret dan setelah itu akan berlibur ke Bali pada  4-9 Maret 2017.

Menurut Arief, kunjungan ke Pulau Dewata tersebut merupakan kegiatan liburan keluarga kerajaan atau kegiatan private. "Ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk promosi pariwisata. Soal pariwisata kita siap promosi besar-besaran," tuturnya.

Arief mengharapkan agar dengan kedatangan Raja Salman ini mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia. Dimana jumlah kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia masih berada di bawah angka 2.000 orang. Sementara menurutnya wisatawan dari Timur Tengah merupakan wisatawan kelas premium dengan tingkat pengeluaran yang tinggi yakni sekitar 2.000 dolar AS untuk sekali kunjungan. “Ini kunjungan sangat bersejarah bagi Indonesia, karena lawatan Raja Arab Saudi terakhir ke Tanah Air pada 1970 atau 47 tahun lalu. Jadi kita manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan promosi,” pungkasnya.

Sementara itu, PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiapkan lahan parkir yang khusus disediakan bagi pesawat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud selama berlibur di Bali, 4-9 Maret 2017. "Kami sudah menyiapkan terkait parkir dan pelayanan penumpangnya," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Kamis (23/2).

Menurut Yanus, untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas penerbangan, pihaknya akan menjalin koordinasi dengan instansi terkait lainnya yang dipusatkan di Base Operation Lanud Ngurah Rai.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan persnya menyatakan bahwa komunitas penerbangan di Indonesia siap menyambut dan melayani kunjungan rombongan besar dari Kerajaan Arab Saudi ke Jakarta dan Bali pada 2-12 Maret 2017 melalui Bandara Halim Perdanakusuma, untuk selanjutnya melakukan kunjungan kenegaraan.

Selanjutnya Raja Salman akan berlibur ke Pulau Dewata. "Kami akan memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan rombongan VVIP tersebut selama di bandara," ujar Budi Karya.

Terkait dengan penyambutan itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara akan mengeluarkan Notice to Airman (Notam) yang diperlukan untuk peringatan terhadap semua pihak yang terkait penerbangan di dua bandara tersebut. "Kami akan mengeluarkan 'notam' secepatnya jika ada kegiatan terkait penerbangan VVIP dari Kerajaan Arab Saudi," kata Kepala Bagian Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio.

Saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali, telah dibentuk pos koordinasi yang dikoordinasikan oleh TNI AU terkait kegiatan penyambutan rombongan VVIP tersebut.

Posko tersebut beranggotakan PT Angkasa Pura I (Pengelola Airport), AirNav Indonesia, TNI AU, Otoritas Bandar Udara (OBU) dan Kepolisian RI. Juga telah direncanakan rekayasa parkir untuk pesawat-pesawat rombongan tersebut yang terdiri dari empat pesawat Boeing B747 seri 400 dan 200, dua pesawat Boeing 777 dan dua pesawat C-130 Hercules. Pesawat Raja Salman akan diparkir dan menginap di tempat parkir B-27.

Sebagai alternatif, pesawat VVIP tersebut juga bisa ditempatkan di tempat parkir B-17. Sedangkan pesawat pendukung akan diparkir di tempat parkir B-22 hingga B-26.

Jika menginap, pesawat pendukung akan ditempatkan di Apron Selatan atau dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Juanda, Surabaya. Untuk dua pesawat C-130 Hercules akan ditempatkan di tempat parkir B28-B29.

Menurut Agoes, pengaturan parkir tersebut perlu dilakukan karena sebagian besar pesawat tersebut berbadan besar. Dengan pengaturan parkir yang baik, diharapkan tidak mengganggu operasional sehari-hari pesawat di Bandara Ngurah Rai sehingga keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan penumpang reguler tetap terpenuhi dengan baik.
(nusabali)

Related

Seputar Bali 7502360195570560818

Post a Comment

item