Apakah Wilders yang anti-Islam ancam politik Belanda dan warga keturunan Indonesia?


Geert Wilders

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Pemilihan umum Belanda yang akan digelar Rabu (15/03) bisa menjadi titik baru bagi warna politik negara tersebut, yang selama ini dikenal liberal dan multikultural.
Salah satu isu yang menonjol dalam kampanye pemilu kali ini adalah kaum pendatang, yang diusung oleh Partai untuk Kebebasan atau PVV, walau isu ekonominya juga tidak terabaikan.
Pemimpin PVV, Geert Wilders, yang secara terbuka menyatakan anti-Islam, sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena menghina satu kelompok dan memicu diskriminasi walau tidak mendapat hukuman.
Ketika memulai kampanye pada pertengahan Februari lalu, dia juga menyatakan banyak orang Maroko sebagai 'sampah'.
Dan jargon-jargon antipendatang yang didengungkan tampaknya didukung sejumlah pemilih karena beberapa jajak pendapat menempatkan PVV akan meraih suara terbesar.
Bagaimanapun tak berarti PVV akan menjadi partai yang memerintah. Kenapa? Berikut beberapa informasi terkait politik Belanda.

Parpol terbanyak

Jumlah partai politik di Belanda menjelang pemilihan umum 2017 ini merupakan yang terbanyak sejak Perang Dunia II dengan 81 partai yang terdaftar.
Namun hanya 28 partai yang memenuhi syarat untuk ikut pemilu dan itupun tetap merupakan jumlah parpol peserta pemilu terbesar di negara itu.
BelandaHak atas fotoPETER DEJONG
Image captionWilders berpose bersama 'saingannya' dari lima partai politik lain, termasuk PM Mark Rutte, dalam kunjungan ke koran De Telegraaf, Minggu 5 Maret.
Dalam pemilihan umum 2012 lalu, misalnya, hanya 21 partai politik yang ikut pemilihan umum.
Para partai politik yang jumlahnya 28 tersebut akan bersaing memperebutkan 150 anggota dewan perwakilan rakyat atau De Tweede Kamer.
Banyaknya partai politik peserta pemilu yang merebut 150 kursi parlemen membuat kecil kemungkinan satu partai berhasil merebut jumlah kursi di parlemen secara mayoritas atau sebutlah sedikitnya merebut 76 kursi.
Partai-partai utama sekalipun biasanya merebut sekitar 30 hingga 40 kursi sehingga tidak cukup untuk bisa langsung menjadi partai yang memerintah.
Dan selama ini pemerintah Belanda memang merupakan bentukan koalisi dari beberapa partai.

Kebangkitan isu pendatang

Jumlah pencari suara di Belanda -menurut laporan Layanan Imigrasi dan Naturalisasi Belanda pada pertengahan Januari 2017- sebenarnya menurun hampir setengah pada tahun 2016.
Sepanjang tahun 2015 tercatat 58.900 pencari suaka yang menurun menjadi 31.600 pada tahun 2016, antara lain karena tercapainya kesepakatan pengungsi antara Uni Eropa dengan Turki serta ditutupnya beberapa rute di Balka untuk masuk ke Eropa.
(bbc)

Related

Dunia 8810394646948582428

Post a Comment

item