Bupati Suwirta motivasi Sekaa Teruna (ST) di Kota Semarapura

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Untuk memotivasi Sekaa Teruna (ST) di Kota Semarapura, Klungkung, Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung menyelenggarakan tatap muka Sekaa Teruna  se-Desa Pekraman Semarapura. Di Ruang Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, pada Sabtu (22/7) sore.
Acara ini dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta,  Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Dan Olahraga (Budpora) I Nyoman Mudarta, Camat Klungkung, I Komang Gede Wisnuadi, tokoh masyarakat, dan tentunya Sekaa Teruna   di Kota Semarapura.
Menutur Kadis Budpora, I Nyoman Mudarta, kegiatan pertemuan dengan Sekaa teruna khususnya yang ada di kota ini, adalah semata-mata untuk kemajuan sekaa teruna dan bisa diajak bekerja sama dalam membangun Kota Semarapura kearah yang lebih positif. Dan juga pemuda lebih produktif kedepannya. “Ini adalah niat positif dari Bupati Suwirta, yang rindu masa-masa dimana sekaa teruna berkumpul serta mengadakan kegiatan yang bersifat positif dan lebih aktif dalam mengisi usia muda sebagai pemuda,” papar Mudarta dihadapan Bupati dan undangan lainnya.

Sementara Bupati I Nyoman Suwirta mengatakan, sekaa teruna adalah asset bangsa yang harus dipertimbangkan dan harus diajak untuk ikut berpikir dan membangun kearah yang lebih baik untuk kabupaten Klungkung yang sedang maju pesat. “Buatlah kegiatan-kegiatan yang menggarah yang lebih baik dan bermanfaat tentunya, yang berlandaskan  konsep Tri Hita Karana,” harap Bupati. Dan juga, pemuda bisa ikut menginformasikan kepada pemuda-pemudi di kabupaten Klungkung tentang visi-misi pemerintah, program Pemerintah, dan dapat ikut serta dalam memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
Acara yang dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab ini juga sangat mendapat antusis para pemuda. Terbukti, banyak yang memberikan pertanyaan dan sumbangsih saran kepada pemda melalui Bupati Suwirta.
Seperti yang dikatakan Perwakilan dari ST Yowana Sari Bendul, Made Helna Meini (27), menanyakan mengenai apakah ada awig-awig bersifat mengikat yang mengharuskan sekaa teruna turun ke banjar. Selain itu ditanyakan terkait penggabungan Sekaa Teruna dari beberapa desa. Untuk hal ini Bupati menanggapinya bahwa, semua peran Banjar Adat misalnya dengan melakukan pendataan jumlah  muda-mudi di lingkungan masing-masing serta mencatat alasan muda-mudi yang tidak aktif di ST, dan organisasi lainnya. “Tidak Harus masuk Awig-awig, Banjar Adat yang harus aktif”, ujar  Bupati Suwirta. Selanjutnya untuk pertanyaan mengenai nama ST yang berasal dari Penggabungan Bupati Suwirta menyarankan agar nama ST , seperti di ST Catur Buana Merta yang merupakan Gabungan dari empat Desa, dan pada saat melaksanakan perayaan HUT, ST tersebut mengadakan dengan bergilir di masing-masing desa tersebut.
Selanjutnya Perwakilan ST Widya Mandala, Pande Made Dwi Arimbawa (26), menanyakan terkait cara memohon bantuan dana jika akan ada kegiatan pemuda.  
Saran Bupati, agar selain menggali dana melalui Bazzar, ST bisa melakukan penggalian dana dengan memanfaatkan potensi di daerahnya. “selama ini Pemerintah ingin membantu kegiatan Sekaa Teruna mengenai biaya dalam melaksanakan Kegiatan, tetapi pemerintah belum ada tindakan, karena dari Pihak ST tidak ada yang mengirimkan proposal kegiatan pengajuan permohonan bantuan dana,” kata Bupati asal Nusa Ceningan ini. Misalkan jika pemerintah ingin melakukan festival, Sekaa teruna bisa mengambil bagian disana pada bidang yang bisa dilakukan.
Perwakilan ST banjar Gunung Niang, I Made Nova Amertha (17) menyatakan setuju dengan penggabungan ST, karena di Banjar Gunung Niang Jumlah masyarakatnya sekitar 60 KK, dengan jumlah pemuda pemudi didominasi oleh anak-anak yang baru menginjak bangku pendidikan SMP yang menyebabkan ST Di Banjar Gunung Niang vakum selama 5 sampai 6  tahunan. Disamping itu, penggabungan ST juga dapat mempererat hubungan kekeluargaan di antara Sekaa Teruna Desa Pekraman Semarapura. BUpati Suwirta menyarankan  untuk Sekaa teruna bisa merekrut anak-anak SMP, Karena tujuan dari Sekaa Teruna adalah membimbing, menyiapkan Anggota Sekaa Teruna untuk menjadi generasi penerus yang baik.
Perwakilan dari Klian banjar Adat Bendul Putu Surya Atmaja (56) menyatakan dukungan terhadap dilaksanakan acara ini, berharap supaya Sekaa Teruna bisa mengingat dan melaksanakan apa yang disaranakan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.
Diakhir Acara Bupati Suwirta Berpesan “jangan Pernah ada banjar yang mengadakan kontrak Politik, alangkah baiknya jika Banjar mengadakan Kontrak politik dengan kebaikan”. Juga berpesan Kepada ST  agar mengambil setiap kesempatan baik yang ada, jangan disia-siakan. 

(hmsklk/cok)

Related

Warta Semarapura 4732237502648719418

Post a Comment

item